Rabu, 13 November 2013

perancagan seabuk belt

Mate 4-inch-diameter sheave with 6-inch-diameter sheave. Their centerlines can range from 18 to 20 inches apart.
Select length of belt and determineactual centerline distance. If small sheave rotates 1800 rpm, determine ratio and surface speed. Find the angle of contact for the small sheave.
Answer : D1 = 4 inchi
D2 = 6 inchi
C    =  18 – 20 inchi
n    = 1800 rpm

Perancagan Rantai

Berikut ini adalah contoh perancangan rantai jenis Roller Chain
From Figure 14-7, determine horsepower rating for number 40 roller chain if input is through 12-tooth sprocket turning at 1800 rpm and output turns at 900 rpm:
1. P = 5.31 hp.
2. Select output sprocket for this application:

Answer
From Figure 14-7, determine horsepower rating for number 40 roller chain if input is through 12-tooth sprocket turning at 1800 rpm and output turns at 900 rpm:
1. P = 5.31 hp.
2. Select output sprocket for this application:

What type of lubrication is recommended for this application? (Bath or disc lubrication from the bottom of Figure 14-7. If sprocket centerlines are to be 10 inches apart, how long a chain will be needed in full links?
–          Find large sprocket diameter:

• Use 29- or 30-inch chain.
• This formula is only approximate for chains.
What is the force in the chain if the power transmitted is 5.31 hp?






Definisi Elemen mesin

Elemen mesin dapat diartikan sebagai bagian dari komponen tunggal yang digunakan dalam konstruksi mesin , dan setiap bagian memiliki fungsi penggunaan khas . Dengan pemahaman di atas , elemen mesin dapat klasifikasi sebagai berikut :

Adapun Prinsip Dasar Desain Mesin Elemen
Desain elemen mesin , pada dasarnya merupakan bagian dari desain ( komponen ) , yang direncanakan dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan mekanisme mesin . Pada tahap desain , pertimbangan yang perlu memperhatikan dalam memulai perencanaan elemen mesin meliputi:
1 . Jenis-jenis pembebanan yang direncanakan2 . Jenis-jenis stres yang disebabkan oleh loading halaman .3 . Pemilihan bahan4 . Bentuk dan ukuran mesin yang direncanakan5 . Gerak atau kinematika dari bagian-bagian yang akan direncanakan .6 . Penggunaan komponen standar7 . Mencerminkan rasa kehalusan (aspek Estetica )8 . Hukum dan ekonomi9 . operasi keamanan10 . Pengobatan dan perawatan

Minggu, 02 Juni 2013

Sistem Manajemen Keamanan Pangan; ISO 22000:2005

Seperti yang dijelaskan pada tulisan terdahulu, kita akan membahas per bagian untuk memudahkan pengertian. Karena ISO 22000:2005 mempunyai kemiripan yang besar dengan ISO 9001:2008 maka kita akan membahas tentang system manajemen yang ada di system ISO dulu baru kemudian bagaimana memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan standar yang telah di tetapkan.Secara umum tahapan – tahapan dalam implementasi system ISO dapat terbagi menjadi ;
   1. Pelatihan
   2. Dokumentasi system
   3. Implementasi system
   4. Audit internal
   5. Tinjauan manajemen
   6. Audit eksternal

Untuk mempermudah penjelasan kita akan bahas 1-1 klausul yang ada di ISO 22000:2005. Klausul yang dibahas pada tulisan ini adalah klausul 1-5 dari 8 klausul yang ada di ISO 22000:2005

Klausul 1 : Ruang Lingkup 

ruang lingkup

Seperti yang saya ambil dari standar SNI ISO 22000:2009 keluaran resmi dari BSN bahwa penerapan system manajemen keamanan pangan harusnya mencakup segala mata rantai proses makanan. Tetapi jika anda ingin mengikuti persyaratan maka ruang lingkup yang anda harus terapkan adalah pada ;
   - Lokasi proses
   - Proses itu sendiri
   - Kategori produk yang dikeluarkan
Mau potong proses?? Misalnya anda punya beberapa proses untuk beberapa kategori produk. Silahkan saja, sok sok wae lah :) yang penting adalah anda mencantumkan dalam ruang lingkup. Tapi ingat, proses dan kategori produk tersebut terpisah secara nyata. Jangan memotong proses di tengah jalan.

Jumat, 01 Februari 2013

Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:


Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi   struktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Perintis DSS yang lain, Peter G.W. Keen, bekerja sama dengan Scott Morton mendefinisikan 3 (tiga) tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus :
     1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
     2.  Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
     3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer.

Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan
sebagai berikut :

  • Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
  • Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi                                     dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
  • Model memberikan daya peramalan
  • Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
  • Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
  • Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
  • Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan                                         pengambilan keputusan secara intuisi).
  • Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
  • Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
  • Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa          manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
  • Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.           
Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:

  • Sulitnnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat   menangkap semua pengaruh pada entity.
  • Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.
            Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.         Mengambil elemen-elemen informasi.
2.         Menaganalisis seluruh file.
3.         Menyiapkan laporan dari berbagai file.
4.         Memperkirakan dari akibat keputusan
5.         Mengusulkan keputusan
6.         Membuat keputusan
            Adapun fokus utama konsep DSS adalah komputer harus digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:
a.         Model matematika.
b.         Database.
c.         Perangkat lunak.
yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung DSS, seperti: Hardware.

Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:


Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi   struktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
Perintis DSS yang lain, Peter G.W. Keen, bekerja sama dengan Scott Morton mendefinisikan 3 (tiga) tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus :
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
2.     Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
3.     Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer.
Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan
sebagai berikut :
  1. Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
  2. Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
  3. Model memberikan daya peramalan
  4. Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
  5. Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
  6. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
  7. Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
  8. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
  9. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
  10. Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
  11. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
               

Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:
  • Sulitnnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat             menangkap semua pengaruh pada entity.
  • Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.


Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.     Mengambil elemen-elemen informasi.
2.    Menaganalisis seluruh file.
3.    Menyiapkan laporan dari berbagai file.
4.    Memperkirakan dari akibat keputusan
5.    Mengusulkan keputusan
6.    Membuat keputusan

Adapun fokus utama konsep DSS adalah komputer harus digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:
a.    Model matematika.
b.    Database.
c.    Perangkat lunak.
       yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung DSS, seperti: Hardware.

Tahapan-Tahapan DSS


Tahapan SPK :
1.   Definisi masalah
2.   Pengumpulan data / elemen informasi yang relevan
3.   Pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun     tulisan.
4.   Menentukan alternatif - alternatif solusi ( bisa dalam persentase )


Selain itu tahap-tahap dalan mengambil suatu keputusan telah dijelaskan dalam buku Herbert A. Simon, dimana tahapan tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.   Kegiatan Intelijen.
     Mengamati lingkungan mencari kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki
2.   Kegiatan Merancang.
                            Menemukan, mengembangkan dan mengalihkan berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
3.   Kegiatan Memilih dan Menelaah.
     menilai pilihan - pilihan yang sesuai

Diagram serta Prinsip Dasar DSS



1.      Struktur Masalah
Sulit untuk menemukan masalah yg sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur - area kelabu Simon. Ini berarti DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
2.      Dukungan Keputusan
DSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg terstruktur, tetapi manajer bertanggung ajwab atas bagian yang tidak terstruktur.
3.      Efektivitas Keputusan
Waktu manajer berharga dan tidak boleh terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yg baik.

 Dari Diagram DSS diatas dapat dilihat ada beberapa poin penting dalam pengambilan keputusan , antara lain :
a.       Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Terdiri atas input, Process , dan output. Inputan berupa data yang akan diproses dalam sistem komputer, dan dari proses tersebut akan menghasilkan output berupa Report, Model results , What-if analysis.
b.      Management
Hasil output dari MIS bisa dibagi menjadi beberapa jenis output yang akan membantu manajer dalam perusahaan untuk mendapatkan informasi, antara lain : Personnel, Accounting, Production, Marketing , Distribution , Other Areas.
c.       Decisions
Dari informasi Personnel , Accounting, Production, Marketing , Distribution hingga informasi Other Areas akan menjadi acuan penting untuk membuat keputusan yang akan menguntungkan semua pihak. Keputusan  ini akan diolah dan dianalisa dan ini  akan menjadi inputan penting dalam Sistem informasi Management sebuah perusahaan.