Jumat, 23 Desember 2011

KONSEP DAN TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK DAN JASA ( part 3 )




INOVASI TECHNOLOGY PUSH VS NEED PULL
Pada tahap eksplorasi ada 3 pola proses pengenalan dan pengembangan produk/jasa baru yaitu :
1.      Menarik Pasar (Need Pull/Market  Pull)
Menurut pandangan ini, �Anda harus membuat apa yang dapat dijual�. Produk baru ditentukan oleh pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jenis produk baru ditentukan melalui penelitian pasar & umpan balik pelanggan, dgn sedikit perhatian terhadap teknologi. Need Pull akan menuju pada terbentuknya incremental innovation.

                    Gambar 1. Aliran aktivitas dari Model Technology Push

2.      Mendorong Teknologi (Technology Push)
Pandangan ini menyarankan �Anda harus menjual apa yang dapat anda buat�. Produk baru diperoleh dari teknologi produksi, penggunaan teknologi yang canggih dan kemudahan operasi, dengan sedikit perhatian terhadap pasar. Dengan kata lain suatu produk atau teknologi baru didorong atau dijual ke pasar (potential customer) yang tidak meminta atau mengetahui perihal produk atau teknologi baru tersebut. Technolgy  Push akan menuju kepada radical innovation.

                      Gambar 2. Aliran aktivitas dari Model Need Pull

3.      Antar fungsional (Interfunctional)
Produk baru memerlukan kerjasama diantara pemasaran, operasi, keterampilan teknik, dan fungsi lainnya sehingga menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan penggunaan teknologi yang memberikan manfaat terbaik.

Untuk kesuksesan inovasi produk atau jasa baru diperlukan kombinasi dari kedua model pertama yaitu proses technical-linking dan need-linking. Selain itu ada tiga elemen yang menjadi konsideran dalam menciptakan peluang bisnis baru yaitu : relevant problem, technology sources dan market demand.

KONSEP DAN TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK DAN JASA ( part 2 )

PERAN UNIT R&D
Hasil inovasi yang lahir dari suatu perusahaan akan ditindaklanjuti dengan proses pengembangan produk atau jasa baru. Untuk itu perlu unit khusus yang menangani proses ini yaitu Unit R&D, Research&Development. Unit ini akan melakukan riset penelitian dari hasil inovasi untuk kemudian dikembangkan menjadi suatu produk atau jasa baru yang akan dilempar ke pasaran. Perusahaan yang sudah mapan biasanya mengalokasikan resourcesnya sekitar 5�10 % dari sales pada aktivitas R&D. Basic Research menuju kepada terciptanya invention, sedangkan Product Development dan engineering menuju kepada terciptanya Innovation.
Ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan bagi unit R&D dalam usahanya menerapkan formulasi strategi, yaitu :
a)     Kompetensi Teknis
b)     Kebutuhan Pasar
c)     Corporate Interest
Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kompetensi teknis dari researcher diperlukan untuk melahirkan produk jasa yang berkualitas. Di lain pihak produk jasa yang dikembangkan juga harus memperhatikan kebutuhan pasar (memiliki commertial value) maupun kepentingan perusahaan, keduanya harus sejalan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar dan mencari invent-to-order bagi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Fungsi Riset Bisnis perlu ditambahkan sebagai suatu sub unit dalam Unit R&D untuk menunjang keberhasilan suatu produk atau jasa baru agar sukses di pasaran. Sebagai contoh, TELKOM R&D Center telah melakukan restrukturisasi organisasi pada akhir tahun 2006 dan melahirkan satu bidang baru yaitu Bidang Research of Business. Bidang RoB tersebut meliputi 4 laboratorium dengan masing-masing fungsinya sebagai berikut :
1.        Business Strategy
melaksanakan riset dan pengembangan bisnis
2.        Business Performance
Melakukan evaluasi dan identifikasi performansi bisnis
3.        Business Competitiveness
Menyediakan data pasar, pelanggan dan kompetitor yang kompetitif
4.        Industrial Partnership
Melakukan pengembangan hubungan kemitraan yang strategis dengan institusi yang relevan.

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG KUALITAS ( part 3 )

Perencanaan Kualitas

Perencanaan kualitas (quality planning) melibatkan aktivitas sebagai berikut :

1.      Identifikasi pelanggan. Setiap orang yang akan dipengaruhi adalah pelanggan.
2.      Menentukan kebutuhan pelanggan.
3.      Menciptakan keistimewaan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
4.      Menciptakan proses yang mampu menghasilkan keistimewaan produk dibawah kondisi operasi.
5.      Mentransfer /mengalihkan proses ke operasi.

Pengendalian Kualitas

Pendekatan terhadap pengendalian kualitas (quality control)melibatkan beberapa aktivitas sebagai berikut :
1.  Mengevaluasi performansi aktual.
2.  Membandingkan yang aktual dengan sasaran.
3.  Mengambil tindakan atas perbedaan antara yang aktual dan sasaran.

Perbaikan Kualitas

Pendekatan terhadap perbaikan kualitas (quality improvement) mencakup hal – hal sebagai berikut :

1.      Menciptakan kesadaran dari kebutuhan dan kesempatan untuk perbaikan/peningkatan.
2.      Mengamanatkan/menugaskan peningkatan kualitas, dan membuatnya sebagai bagian dari setiap deskripsi pekerjaan.
3.      Menciptakan infrastruktur : menetapkan dewan kualitas, memilih proyek untuk perbaikan, menentukan/menunjuk tim, menyiapkan fasilitator.
4.      Memberikan pelatihan tentang bagaimana meningkatkan kualitas.
5.      Meninjau kembali kemajuan secara teratur.
6.      Memberikan penghargaan kepada tim pemenang.
7.      Mempropagandakan/mempopulerkan hasil-hasil perbaikan kualitas.
8.      Memperbaiki sistem balas jasa (reward system) dalam menjalankan tingkat perbaikan kualitas.
9.      Mempertahankan momentum melalui perluasan rencana bisnis yang mencakup sasaran untuk peningkatan kualitas.

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG KUALITAS ( part 2 )

Adapun jenis perlakuan/tindakan yang dilakukan pada masing-masing era adalah:
Sistem inspeksi (tahun 1920-an),
·         menyelamatkan (salvage)
·         mensortir (shorting)
·         tindakan korektif (corrective action)
·         mengidentifikasi sumber (source) ketidaksesuaian (non-conformance) Sistem pengendalian kualitas (tahun 1940-an),
·         mengembangkan manual kualitas (develop quality manual)
·         data performa proses (process performance data)
·         pegetesan produk (testing product)
·         perencanaan kualitas dasar (basic quality planning)
·         inspeksi mandiri (self-inspection)
·         menggunakan statistik dasar (use of basic statistics)

Sistem penjaminan kualitas (tahun 1970-an),
·         perencanaan kualitas lanjut (advanced quality planning)
·         manual kualitas terpadu (compherensive quality manual)
·         menggunakan biaya/ongkos kualitas (use of quality cost)
·         melibatkan operasi di luar bagian produksi (involvement of non-production operations)
·         pengendalian proses statistik (statistical process control)
·         menganalisa penyebab dan akibat (failure mode and effect analysis)
·         menerapkan sistem audit Sistem manajemen kualitas terpadu/manajemen kualitas total (tahun 1970-an ~ sekarang),
·         menerapkan sistem perbaikan berkelanjutan (aim for continuous improvement)
·         keterlibatan semua operasi (involve all operations)
·         melibatkan pemasok dan konsumen (involve suppliers & customers)
·         kerjasama tim (teamwork)
·         melibatkan pekerja (employee involvement)
·         pengukuran performa (performance measurement)
·          
Adanya perkembangan kualitas/mutu tidak terlepas dari andil dan kontribusi para pelopor dan tokoh kualitas dunia. W. Edward Deming yang terkenal dengan Deming’s 14 point. Joseph M. Juran dengan Juran’s Trilogy Quality (meliputi: quality planning, quality control dan quality improvement). Dunia juga mengenal Quality is free-nya Philip B Crosby. Ada juga Three steps to quality yang dicetuskan oleh A.V. Feigenbaum. Tak ketinggalan, dari Asia tercatat nama Kaoru Ishikawa dan Genichi Taguchi, dan sederet nama besar lainnya. Evolusi manajemen kualitas terus bergulir dan menuntut setiap produsen untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memenuhi permintaan dan keinginan pelanggan. Hanya perusahaan yang memperhatikan dan menempatkan kualitas di tempat teratas yang mampu bertahan di tengah ganasnya persaingan bisnis. Kedepankanlah kualitas, dengan mulai membenahi sistem pada proses di lini kerja Anda secara terintegrasi pada semua operasi.
Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh kepada kualitas. Perhatian penuh kepada kualitas akan memberikan dampak positif kepada bisnis melalui dua cara, yaitu: dampak terhadap biaya produksi dan dampak terhadap pendapatan. Pada dasarnya manajemen kualitas (Quality Manajemen) atau manajemen kualitas terpadu (total quality management) didefinisikan sebagai suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus (continuous performance improvement) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.
ISO 8402 (quality vocabulary) mendefinisikan manajemen kualitas sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan-tujuan dan tanggung jawab, serta mengimplementasikannya melalui alat-alat seperti perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality control), jaminan kualitas (quality assurance) dan peningkatan kualitas (quality improvement). Tanggung jawab untuk manajemen kualitas ada pada semua level dari manajemen, tetapi harus dikendalikan oleh manajemen puncak (top management), dan implementasinya harus melibatkan semua anggota organisasi.
Dr. Joseph M. Juran adalah salah seorang guru dalam manajemen kualitas memberikan definisi tentang manajemen kualitas sebagai suatu kumpulan aktivitas yang berkaitan dengan kualitas tertentu yang memiliki karakteristik :
1.      Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda manajemen atas.
2.      Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis.
3.      Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking : fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi; disana adalah sasaran untuk peningkatan kualitas tahunan.
4.      Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan.
5.      Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat.
6.      Pengukuran ditetapkan seluruhnya.
7.      Manajer atas secara teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran.
8.      Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik.
9.      Sistem imbalan (reward system) diperbaiki.
Dr. Juran mengidentifikasi unsur-unsur revolusi kualitas Jepang, sebagai berikut :
1.      Manajer atas mengambil tanggung jawab manajemen kualitas.
2.      Manajer atas melatih keseluruhan hierarki dalam proses manajemen kualitas.
3.      Manajer atas melakukan perbaikan kualitas pada tingkat revolusioner.
4.      Manajer atas melibatkan partisipasi angkatan kerja (karyawan).
5.      Manajer atas menambah sasaran kualitas kepada rencana bisnis.
Dr. Juran sangat terkenal dengan konsep trilogi kualitas, yaitu : perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian qualitas (quality control), dan perbaikan atau peningkatan kualitas (quality improvement).

KONSEP DAN TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK DAN JASA


PENDAHULUAN
Kompetisi industri telekomunikasi pada saat ini semakin ketat sejak adanya pergeseran dari era monopoli menjadi duopoli dan akhirnya saat ini terbentuk pasar telekomunikasi Oligopoli. Pasar ini membuat para operator telekomunikasi harus dapat menyusun strategi untuk meraih market share baik dari sisi jumlah pelanggan maupun revenue. Tiap operator perlu merumuskan dan menerapkan kebijakan strategis perusahaan yang  tepat  untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. Selain penerapan kebijakan strategis, hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus agar operator telekomunikasi dapat bertahan dan bersaing dengan para kompetitornya adalah pengembangan produk jasa baru.

Hampir tidak ada perusahaan yang dapat luput dari pengaruh kemajuan teknologi dan munculnya produk-produk baru. Cepat atau lambat, hampir semua produk yang ada sekarang akan hilang dari pasar dan digantikan dengan produk-produk lain sehingga pertumbuhan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang akan tergantung dari kebijaksanaan produk yang didefinisikannya. Dalam kondisi saat ini, dimana perkembangan pasar sangat dinamis dan penuh persaingan, perusahaan akan sulit mempertahankan eksistensinya jika hanya bertahan pada produknya yang sekarang. Oleh karena itu, pengembangan produk baru merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan. Pengembangan tersebut meliputi pembuatan produk yang baru atau penyempurnaan dari produk yang sudah ada.

Proses pengembangan produk baru juga disertai dengan berbagai resiko kegagalan. Untuk memperkecil resiko kegagalan, produk baru perlu dibuat berdasarkan konsep produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen serta dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen. Dalam tulisan ini akan dijelaskan konsep-konsep dan tahapan yang diperlukan dalam pengembangan produk jasa baru pada operator telekomunikasi masa kini. Konsep-konsep yang dijelaskan disini bukan hanya bisa diterapkan bagi operator telekomunikasi saja, tapi juga dapat berlaku bagi perusahaan secara umum.

TRANSFORMASI DARI INVENTION MENUJU INNOVATION
Pengembangan produk atau jasa akan melalui suatu tahap yang dikenal dengan Invention. Invention adalah proses menemukan suatu teknologi dari tidak ada menjadi ada. Sedangkan Innovation adalah proses pembaharuan dari invention. Innovation melibatkan peluang yang ada di pasar dengan penemuan teknologi dan pengetahuan tentang teknologi baru. Sebagai contoh, temuan teknologi bluetooth, yang memungkinkan pertukaran data melalui koneksi wireless dengan daerah jangkauan sekitar 150 meter, saat ini telah diintegrasikan dalam media telepon selular (handphone), sehingga para pengguna handphone dapat lebih mudah saling bertukar data.

Contoh lain adalah inovasi pada perusahaan minuman ringan Coca-cola dimana inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar dan dikenal luas. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. Pada tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Pada proses inovasi ini, khususnya pada tahap inisiasi perlu dipertimbangkan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat diterima oleh perusahaan maupun masyarakat. Jelas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam pengembangan produk baru untuk memunculkan ide dan kreatifitas munculnya produk atau jasa baru yang dapat dimanfaatkan oleh para konsumennya.

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG KUALITAS


Kualitas menjadi faktor utama bagi konsumen sebelum memutuskan membeli suatu produk (barang atau jasa). Produk dengan dengan kualitas baik, tahan lama, dan handal akan menjadi referensi utama bagi pelanggan ketika dia atau sahabatnya ingin memiliki produk sejenis. Brand (merek) perusahaan produsen akan meningkat dan semakin dikenal masyarakat. Sebaliknya, pengalaman seseorang membeli produk dengan mutu yang mengecewakan (disadari atau tidak) dapat menjadi ”iklan negatif” yang sangat tidak menguntungkan pihak produsen. Cepat atau lambat, produk yang berkualitas rendah akan ditinggalkan oleh konsumen.
Yang menarik, tingkat/standar konsumen akan kualitas suatu produk telah berubah dari waktu ke waktu dengan tren yang terus meningkat, dimana konsumen semakin selektif dan kritis. Pilihan merek produsen yang banyak bisa saja menjadi salah satu penyebabnya. Ketika seorang konsumen pernah kecewa pada suatu brang tertentu, maka sangat tersedia banyak pilihan untuk beralih dan mencoba produk merek lain.
Selain harga jual yang kompetitif dan ketersediaan barang/produk ketika calon konsumen ingin membeli, maka faktor kualitas/mutu adalah hal yang sangat diperhatikan oleh setiap produsen baik yang bergerak pada industri elektronik, otomotif, makanan, layanan jasa atau industri apa saja pun. Buktinya?…Kalau kita masuk ke sebuah perusahaan (yang bergerak di bidang apa pun) akan sangat jarang ditemukan struktur organisasi tanpa bagian/departemen kualitas.
Hampir semua perusahaan (khususnya bidang manufaktur) mempunyai bagian quality control atau quality assurance atau apa pun namanya. Bagian atau departemen ini bertanggung jawab terhadap output produk yang dihasilkan dan dijual di pasar.
Sesungguhnya manajemen kualitas mencatat bahwa ada perubahan/evolusi yang terjadi di dunia industri di seluruh dunia yang berlangsung dari waktu ke waktu. Pada gambar di atas terlihat bahwa sistem manajemen kualitas dimulai dengan dilakukannya inspeksi (inspection) pada tahun 1920-an, yang kemudian berkembang menjadi pengendalian kualitas (quality control) tahun 1940-an.
Tidak berhenti disini, pada tahun 1970-an kita mengenal sistem penjaminan kualitas (quality assurance), yang kemudian dalam perkembangan terakhir dari sistem manajemen kualitas menjadi manajemen kualitas terpadu atau manajemen kualitas total (total quality management).

Konsep Dasar Tentang Kualitas


KONSEP KUALITAS
Masa dahulu, produk2 yang cacat (yang bisa menyebabkan kecelakaan, kerusakan dan pencemaran) tidak menjadi masalah utama, yang penting bisa memproduksi banyak. Dalam masa sekarang, sasaran produksi adalah menciptakan produksi yang bisa laku sehingga tekanannya beralih dari jumlah ke mutu.
Unsur-unsur dalam menilai mutu :
1.      Harga yang wajar
2.      Ekonomi
3.      Awet
4.      Aman
5.      Mudah digunakan
6.      Mudah dibuat
7.      Mudah dibuang
Unsur-unsur untuk memiliki produk yang unggul :
1.      Desain yang bagus
2.      Keunggulan dalam persaingan
3.      Daya tarik fisik
4.      Berbeda dan asli